Interkoneksi Budaya Dengan Iklan

Kamis, 26 November 2009 - oleh : admin

“Pesatnya kemajuan teknologi di bidang komunikasi berpengaruh besar terhadap dunia periklanan. Peran periklanan sebagai suatu media penyampaian dan penyebaran informasi tentang barang, jasa dan ide-ide, dinilai sangat efektif untuk mengkomunikasikan pesan produsen. Pola beriklan juga sangat dipengaruhi oleh konteks budaya lokal, namun hal ini lebih cenderung berlaku hanya di daerah-daerah kecil. Sementara orang beriklan scopenya tidak hanya menjangkau daerah-daerah kecil saja tetapi juga seluruh wilayah Indonesia,” demikian Harris Thajeb, Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia (PPPI) dalam Seminar Ilmu Periklanan yang diselenggarakan di IISIP Jakarta, Selasa (24/11).
Dr. Ir. Maslina W. Hutasuhut, M.M, Rektor IISIP Jakarta dalam sambutannya mengatakan, “ kegiatan seminar merupakan agenda rutin yang dilaksanakan oleh semua jurusan di IISIP Jakarta. Tujuannya untuk menambah wawasan mahasiswa dari pemaparan pengalaman praktisi pembicara. Seminar ini merupakan kesempatan bagi mahasiswa untuk menggali pengalaman dari praktisi, dan gunakan kesempatan ini untuk bertanya.”
Pembicara lainnya, Lulut Asmoro, Presiden Direktur PT JWT Indonesia mengatakan ”Kebudayaan sebagai bagian yang integral dari sebuah iklan. Dalam kampanye periklanan, unsur-unsur budaya yang digunakan harus relevan dengan nilai-nilai masyarakat Indonesia. Artinya konteks nilai-nilai budaya hanya berlaku lokal pada kelompok tertentu saja.”
Sedangkan Dra. Widyastuti, M.Si Dosen IISIP Jakarta dalam paparannya berpendapat ” Sensitivitas gender dan kepedulian moral pengelola dan biro iklan harus terus dibangun melalui pengembangan wacana kreatif sehingga iklan dapat berperan sebagai kekuatan kritik kebudayaan dan bukan melanggengkan budaya patriarki.”
Seminar yang berlangsung selama dua setengah jam ini dihadiri oleh 250 mahasiswa, Perguruan Tinggi dan Pers.


[ Versi Cetak ]    [ Kembali ]